Media pembelajaran

 Nama : muhammad al arrafiq

Kelas  : pai 6H

Nim.   : 11901320

Pengertian Media Pembelajaran

Sebelum membahas lebih jauh tentang media pembelajaran, perlu mengenal lebih dulu apa yang dimaksud dengan media secara umum. Kata Media (bentuk tunggalnya medium) berasal dari bahasa latin yang berarti antara atau perantara, yang merujuk pada sesuatu yang dapat menghubungkan informasi antara sumber dan penerima informasi. Heinin, Molenda, Russell, dan Smaldino (2008: 6) mendefinisikan media sebagai alat atau saluran komunikasi (means of communication). Misalnya, media cetak, 

audio, visual, video, objek, dan orang (Yaumi, Damopolii, & S.Sirate, 2016). Sedangkan, saluran komunikasi adalah alat yang membawa pesan dari seorang individu ke individu lainnya (Rogers: 2003). Selanjutnya, media juga dipandang sebagai bentuk-bentuk komunikasi massa yang melibatkan sistem 

simbol dan peralatan produksi dan distribusi (Palazon, 2000). Jadi, media adalah alat komunikasi yang dapat digunakan untuk membawa pesan dari pemberi kepada penerima pesan. Dalam bidang komunikasi, istilah media sering dilekatkan bersama 

dengan kata massa, seperti kata media massa, mass media, yang perwujudannnya dapat dilihat dalam bentuk surat kabar, majalah radio, video, 

televisi, komputer, Internet. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, media menjadi suatu kajian menarik dan banyak diminati pada hampir seluruh disiplin ilmu walaupun dengan penamaan yang sedikit berbeda. Misalnya, media telekomunikasi, media dakwah pembelajaran bahasa mediasi 

komputer, media pembelajaran dan sebagainya. Khusus mengenai media pembelajaran sebagai fokus kajian dalam tulisan ini, perlu kita renungkan


bersama pertanyaan apakah media memengaruhi hasil belajar.

Dalam pandangan sederhana, banyak orang yang berpendapat bahwa sekalipun berbagai media canggih telah dirancang dengan segala 

karakteristiknya untuk kebutuhan pembelajaran, tetapi selama instruktur, guru, tutor, atau pengajar tidak dapat berfungsi sebagaimana seharusnya tidak akan 

memberikan dampak yang berarti pada prestasi peserta didik. Sebaliknya, walaupun hanya menggunakan media sederhana seperti buku teks, kapur tulis, dan instruktur itu sendiri sebagai media, prestasi peserta didik tetap dapat 

ditingkatkan. Hampir sama dengan pandangan tradisional tersebut, Clark dalam Hastings dan Tracey (2005) berpendapat bahwa media hanyalah kendaraan yang menyampaikan pembelajaran tetapi tidak mempengaruhi prestasi siswa, media tidak lebih dari mobil truk yang mengangkut bahan makanan, tetapi tidak membawa perubahan dalam nutrisi kita.


Pernyataan Clark

tersebut, kemudian mendapat bantahan dari Kozma(1991) yang berpandangan bahwa media bukan hanya berkontribusi besar pada proses dan hasil pembelajaran, melainkan dapat membangkitkan 

motivasi dan gairah belajar. Oleh karena itu, media dan belajar memiliki hubungan yang sangat signifikan dalam menciptakan kondisi belajar secara efektif dan efisien. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin bagus 

media itu dirancang untuk kebutuhan pembelajaran, maka semakin efektif dan efisienlah proses pembelajaran dan semakin baik prestasi peserta didik yang 

dihasilkan. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah perhatian untuk merancang media berdasarkan tujuan,materi, dan metode pembelajaran, maka 

semakin tidak efektif dan efisien pembelajaran yang dilakukan dan akhirnya menyebabkan hasil belajar peserta didik menurun.


(Media Pembelajaran)

Dalam perkembangan awal (dan hingga kini masih dianut), istilah media pembelajaran hanyalah berkisar guru, kapur tulis, dan buku paket. Sekarang ini media pembelajaran lebih cenderung dipandang sebagai alat 

untuk menyampaikan pembelajaran. Reiser and Dempsey (2012) memandang media pembelajaran sebagai peralatan fisik untuk menyajikan pembelajaran 

kepada peserta didik. Definisi ini menekankan bahwa setiap peralatan fisik yang digunakan untuk menyajikan pembelajaran apakah buku paket, peralatan visual, audio, komputer, atau peralatan lainnya diklasifikasikan sebagai media pembelajaran.


(Fungsi dan Peran Media Pembelajaran)

Fungsi media pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal berikut ini.

a. Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.

b. Media pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini mengandung pengertian bahwa media 

pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.

c. Media pembelajaran dalam penggunaannya harus relevan dengan 

komponen yang ingin dicapai dan pembelajaran itu sendiri. Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus selalu melihat kepada kompetensi dan bahan ajar.

d. Media pembelajaran bukan berfungsi sebagai alat hiburan. Dengan demikian tidak diperkenankan menggunakannya hanya sekedar untuk permainan atau memancing perhatian peserta didik semata.

e. Media pembelajaran bias berfungsi untuk mempercepat proses belajar. Fungsi ini mengandung arti bahwa dengan media pembelajaran pesrta didik dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat.

f. Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran Pada umumnya hasil belajar peserta didik dengan 

menggunakan media pembelajaran akan lebih lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.

g. Media pembelajaran meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk 

berfikir. Oleh karena itu, dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.

Selain fungsi-fungsi sebagaimana yang telah diuraikan di atas, media pembelajaran ini juga memiliki peran dan manfaat sebagai berikut.

a. Membuat konkret konsep-konsep yang abstrak, Konsep-konsep yang dirasakan masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada peserta didik bisa dikonkretkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran. Misalnya untuk menjelaskan 

tentang sistem peredaran darah manusia, arus listrik, berhembusnya angin bisa menggunakan media gambar atau bagan sederhana.


b. Menghadirkan obyek-obyek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar. Misalnya, guru menjelaskan dengan 

menggunakan harimau dan beruang atau hewan-hewan lainnya, seperti gajah, jerapah, dinasaurus.

c. Menampilkan obyek yang terlalu besar atau kecil. Misalnya, guru akan menyampaikan gambaran mengenai sebuah kapal laut, pesawat udara, pasar, candi, atau menampilkan obyek-obyek yang terlalu kecil, seperti bakteri, virus, semut, nyamuk atau hewan/benda kecil lainnya..

d. Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat. Dengan menggunakan teknik gerakan lambat (slow motion) dalam media film kita memperlihatkan tentang lintasan peluru, melesatnya anak panah atau memperlihatkan suatu ledakan. Demikian juga gerakan-gerakan yang terlalu lambat seperti pertumbuhan kecambah, mekarnya bunga wijaya kusumah.